Geopolotik indonesia mau kemana??

[23:57 24/12/2016] ‪+62 812-4738-6168‬: *Geopolitik Asia Pasifik Hari Ini Mirip Detik-Detik Perang Dunia II*
*By : Dahlan Watihellu*
Kita semua tahu bahwa awal pemicu Perang Dunia ke II terjadi ketika Hitler mengumumkan menolak pembayaran utang Luar Negeri Jerman saat jatuh tempo tanggal 23 Maret 1933, dengan kata lain dia merobek utang dan reparasi dari perjanjian Versailles. Kebijakan Hitler itu akhirnya pada tanggal 24 Maret 1933, organisasi Yahudi Internasional yang menguasai 80% bisnis di Eropa antara lain Bank Pribadi, kepemilikan saham serta para broker menyatakan perang terhadap Jerman karena mereka merasa dirugikan oleh kebijakan Hitler tersebut. Tidak terima dengan ancaman organisasi Yahudi itu, Hitler pun mengambil tindakan militer secara agresif membantai bangsa Yahudi di Jerman dan Eropa hingga mengakibatkan Perang Dunia II. 
Kondisi yang terjadi di Asia Pasifik hari ini mirip seperti kondisi pada awal Perang Dunia II antara Jerman dan bangsa Yahudi. Dimana, bisnis, ekonomi, dan keuangan/perbankan hampir di semua negara-negara Asia Pasifik telah dikuasi oleh negara China dan Overseasnya termasuk negara Indonesia. Tidak saja itu, bahkan China dan Overseasenya telah merampok negara Amerika Serikat, seperti yang dikemukakan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat, Donal Trump “Kita tidak bisa terus membiarkan China merampok negara kita. Itulah yang akan kami lakukan. Kami sedang melakukan perubahan. Jangan lupa, kami juga memiliki kartu dan banyak kekuatan dengan China”. Esensi dari apa yang disampaikan oleh Donal Trump ini tidak beda jauh seperti apa yang telah dilakukan oleh Hitler terhadap bangsa Yahudi.
Pernyataan Donal Trump itu mengindikasikan akan memperkuat nasionalisme bangsa Amerika Serikat untuk Bangkit melawan China dan Overseasenya. Selain itu, kepentingan hegomoni regional Amerika Serikat di Asia Pasifik dan di Laut China Selatan semakin intens yang berpotensi akan berhadap-hadapan dengan China dan Korea Utara. Hal ini dikarenakan, China dan Korea Utara sudah siap untuk mengambil kontrol Asia Pasifik dan Laut China Selatan dari tangan Amerika Serikat dengan terus membangun kekuatan militer mereka sebagai strategi mutlak menyingkirkan Amerika Serikat. Upaya China dan Korea Utara ini bertujuan agar lebih leluasa mengendalikan pasar Asia Pasifik baik bisnis, ekonomi, keuangan perbankan perbankan serta kerja sama bisnis global jangka panjang dan sekaligus menjaga potensi sumber daya hayati dan mineral yang terkandung di Laut Cina Selatan. Gerakan China dan Korea Utara ini berbasis superiority skin color etnic yang ujung-ujungnya adalah menyatu dalam kepentingan SARA (komunis).
Jika China dan Korea Utara berupaya keras menyingkirkan hegomoni regional Amerika Serikat dengan menonjolkan kekuatan militer mereka dari Asia Pasifik dan Laut China Selatan, maka Amerika Serikat pun tidak akan diam karena strategi China dan Korea Utara ini tentu mengganggu kepentingan regional Amerika Serikat. Dengan demikian dapat dipresiksikan akan terjadi perang militer berbasis SARA antara nasionalisme kulit putih Amerika Serikat yang dibantu sekutu versus China dan Korea utara (komunis). Sedangkan negara-negara yang sedang bersengketa dengan China di Laut China Selatan dan negara-negara yang dijajah oleh China melalui utang-piutang, ekonomi, dan bisnis sebagian besarnya akan membantu Amerika Serikat dan sekutu sebagai gerakan solidaritas anti China. *Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia ?*

[20:05 25/12/2016] ‪+62 812-4738-6168‬: https://www.klikaktifis.com/geopolitik-asia-pasifik-mirip-pd-ii-indonesia-di-mana/
Geopolitik Asia Pasifik Mirip PD II, Indonesia Di mana?
By : Dahlan Watihellu
Kita semua tahu bahwa awal pemicu Perang Dunia ke II terjadi ketika Hitler mengumumkan menolak pembayaran utang Luar Negeri Jerman saat jatuh tempo tanggal 23 Maret 1933, dengan kata lain dia merobek utang dan reparasi dari perjanjian Versailles.
Kebijakan Hitler itu akhirnya pada tanggal 24 Maret 1933, organisasi Yahudi Internasional yang menguasai 80% bisnis di Eropa antara lain Bank Pribadi, kepemilikan saham serta para broker menyatakan perang terhadap Jerman karena mereka merasa dirugikan oleh kebijakan Hitler tersebut.
Tidak terima dengan ancaman organisasi Yahudi itu, Hitler pun mengambil tindakan militer secara agresif membantai bangsa Yahudi di Jerman dan Eropa hingga mengakibatkan Perang Dunia II.
Kondisi yang terjadi di Asia Pasifik hari ini mirip seperti kondisi pada awal Perang Dunia II antara Jerman dan bangsa Yahudi.
Dimana, bisnis, ekonomi, dan keuangan/perbankan hampir di semua negara-negara Asia Pasifik telah dikuasi oleh negara China dan Overseasnya termasuk negara Indonesia.
Tidak saja itu, bahkan China dan Overseasenya telah merampok negara Amerika Serikat, seperti yang dikemukakan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat, Donal Trump “Kita tidak bisa terus membiarkan China merampok negara kita.
Itulah yang akan kami lakukan. Kami sedang melakukan perubahan. Jangan lupa, kami juga memiliki kartu dan banyak kekuatan dengan China”.
Esensi dari apa yang disampaikan oleh Donal Trump ini tidak beda jauh seperti apa yang telah dilakukan oleh Hitler terhadap bangsa Yahudi.
Pernyataan Donal Trump itu mengindikasikan akan memperkuat nasionalisme bangsa Amerika Serikat untuk Bangkit melawan China dan Overseasenya.
Selain itu, kepentingan hegomoni regional Amerika Serikat di Asia Pasifik dan di Laut China Selatan semakin intens yang berpotensi akan berhadap-hadapan dengan China dan Korea Utara.
Hal ini dikarenakan, China dan Korea Utara sudah siap untuk mengambil kontrol Asia Pasifik dan Laut China Selatan dari tangan Amerika Serikat dengan terus membangun kekuatan militer mereka sebagai strategi mutlak menyingkirkan Amerika Serikat.
Upaya China dan Korea Utara ini bertujuan agar lebih leluasa mengendalikan pasar Asia Pasifik baik bisnis, ekonomi, keuangan perbankan perbankan serta kerja sama bisnis global jangka panjang dan sekaligus menjaga potensi sumber daya hayati dan mineral yang terkandung di Laut Cina Selatan.
Gerakan China dan Korea Utara ini berbasis superiority skin color etnic yang ujung-ujungnya adalah menyatu dalam kepentingan SARA (komunis).
Jika China dan Korea Utara berupaya keras menyingkirkan hegomoni regional Amerika Serikat dengan menonjolkan kekuatan militer mereka dari Asia Pasifik dan Laut China Selatan.
Maka Amerika Serikat pun tidak akan diam karena strategi China dan Korea Utara ini tentu mengganggu kepentingan regional Amerika Serikat.
Dengan demikian dapat dipresiksikan akan terjadi perang militer berbasis SARA antara nasionalisme kulit putih Amerika Serikat yang dibantu sekutu versus China dan Korea utara (komunis).
Sedangkan negara-negara yang sedang bersengketa dengan China di Laut China Selatan dan negara-negara yang dijajah oleh China melalui utang-piutang, ekonomi, dan bisnis sebagian besarnya akan membantu Amerika Serikat dan sekutu sebagai gerakan solidaritas anti China.
Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia ?
[20:34 25/12/2016] Iin Solihin: ini kereen.. 

kalo dilihat dari sisi negara super power

ijin. saya dikit sumbang pikir
saya sejalan dgn tulisan diatas, tapi saya justru berfikir dari segi sebab nya, menurut saya bukan hutang piutang nya yg menjadi sebab, jika disebut pemicu sy sepakat, tapi klo sebab justru indonesia sebab nya. 

karena dalam peta international indonesia itu jatah amerika, cina tidak pernah bisa dekatin indonesia, sejarah buktikan, dari jaman kerajaan cina gk bisa kuasai indonesia

lalu amerika dgn demokrasi dan liberal nya masuk dan sukses berat. indonesia dari agamais bisa terima demokrasi yg abu abu. kenapa abu2, karena demokrasi kita tau menitik beratkan pada suara terbanyak, jadi mana yg didukung khalayak itulah demokrasi (kerancuan.berfikir).

tapi tiba tiba indonesia ngerubah kiblat..jadi sangat hangat dan mesra dgn cina… apakah kita pernah berfikir dgn apa Amerika akan bayar hutang??

jawab nya dgn meng ExPLOITASI INDONESIA. 

bayangkan…. garansi hutang direbut, sooo gimana jika itu kita dlm posisi amerika…
jadi saya lebih cendrung indonesia penyebab jika itu benar terjadi.
dan itu baik.

kenapa? jika kita dekat dgn negara arab maka bisa dipastikan komunis dan liberal dan demokrat bersatu gempur jajirah arab.

tapi dgn cina amerika dapet lawan. 

masalah nya…

indonesia sebagai tambang dolar amerika dan tambang yuan juga buat cina dan tanah yg baik buat komunis jadi terbelah…. sekarang PR terbesar sebenarnya adalah BAGAIMANA MENYATUKAN ANAK BANGSA YG TERBELAH DGN 1PEMIKIRAN KEDAULAN NKRI.DGN MEMANFAATKAN SITWASI.INI.

iin solihin, terimakasih

salam perjuangan merdekaaaaallohhuakbar……..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s