Azan tidak dilarang

Lepek news, *ATURAN PENGGUNAAN SPEAKER MASJID, DLL*

Berikut info . By f3ry: Pemakaian speaker di masjid dibatasi. Harusnya minimal 30 menit sebelum azan dan suara tak boleh memekakkan (Toh di jalan kita biasa mendengar suara berisik kendaraan selama berjam2 tapi tak masalah.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Bimas Islam mempublikasikan aturan penggunaan pengeras suara di Masjid.

Aturan mencakup saat pelaksanaan Azan, Tilawah Al-Qur’an menjelang Sholat, pengajian dan Upacara Hari Besar Islam.

Berikut ini Aturan Lengkapnya:

*ATURAN PENGGUNAAN PENGERAS SUARA;*

Pengeras suara luar digunakan untuk Adzan sebagai penanda waktu shalat.

Pengeras suara dalam digunakan untuk do’a dengan syarat tidak meninggikan suara.

Mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara

*WAKTU SHOLAT SHUBUH:*

Sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal 15 menit sebelum waktunya.

Pembacaan Al-Qur’an hanya menggunakan pengeras suara keluar.

Adzan waktu Subuh menggunakan pengeras suara ke luar.Shalat subuh, kuliah subuh, dsb menggunakan pengeras suara ke dalam saja.

*WAKTU SHOLAT ASHAR, MAGHRIB & ISYA :*

5 Menit sebelum adzan dianjurkan membaca Al-Qu’an.Adzan dengan pengeras suara ke luar dan ke dalam.

Sesudah Adzan, hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.

*WAKTU SHOLAT DZUHUR DAN JUMAT :*

5 menit menjelang dzuhur dan 15 menit menjelang waktu jum’at diisi dengan bacaan Al-Qur’an yang ditujukan ke luar, demikian juga suara adzan.

Shalat, do’a, pengumuman, khutbah, menggunakan pengeras suara ke dalam

*WAKTU TAKBIR, TARHIM DAN RAMADHAN :*

Takbir Idul Fitri/Idul Adha dengan pengeras suara ke luar.

Tarhim do’a dengan pengeras suara ke dalam dan tarhim dzikir tak menggunakan pengeras suara.

Saat Ramadhan siang dan malam hari, bacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara ke dalam.

*WAKTU UPACARA HARI BESAR ISLAM DAN PENGAJIAN :*

Pengajian dan Tabligh hanya menggunakan pengeras suara ke dalam, kecuali pengunjungnya meluber ke luar.

*DASAR HUKUM :*

Intruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla (Instruksi Dirjen Bimas 101/1978).

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s