Mulutmu harimau mu. Oknum polisi menghujat jadi rame deech

Kejadian diwilayah propinsi lampung. Dikabupaten ujung propinsi lampung. Waykanan…

Awal kejadian saat peliputan, 

Lalu pihak media merespon dengan menurunkan tim advokasi dari IPJI dan IPTI pusat 

Jadilah pertempuran opini dan hukum cacing vs buaya (sindiran diambil dari istilah yg di ucapkan)

Lalu pihak kepolisian menyuruh oknum terkait minta maaf. Akan tetapi tidak sampai disitu karena ini menyangkut profesi dan martabat profesi itu sendiri. Sesuai stadmen ketua IPJI pusat

https://koran86.news/hukum/ketum-ipji-desak-kapolri-pecat-kapolres-way-kanan/

Lebih lanjut ketua IPJI yg didukung PWI dan lembaga lain nya menegaskan

Ketua Umum Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufick Rahman mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot seluruh atribut kepolisian yang dikenakan Budi Asrul Kurniawan atas kelakuannya melecehkan profesi wartawan.

“Dia (Budi Asrul Kurniawan) tak pantas jadi polisi berpangkat AKBP, apalagi menjabat Kapolres. Dia harus dicopot dan disipilkan. Jika tidak, keberadaannya berbahaya bagai lembaga kepolisian. Saya berharap Kapolri segera mencopotnya, jangan sampai menimpulkan preseden buruk nantinya,” katanya kepada Jurnalis Koran86.news, ketika dihubungi Selasa pagi (29/8/2017).

Menurut Taufick, pihaknya akan melaporkan Kapolres Way Kanan, Lampung, itu ke Kapolri. Menyusul laporan organisasi wartawan lainnya seperti: Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang lebih awal melaporkan kejadian tersebut ke Kapolda dan Kapolri.

“Saya berharap rekan IPJI Lampung segera melapor, dan menyerahkan bukti rekaman perkataan dia (Kapolres Way Kanan) kepada DPP IPJI untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Ketua Umum IPJI ini menjelaskan, jika diketahui ada pihak melarang peliputan yang tengah dilakukan jurnalis, dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik. Tindakan itu melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pada Pasal 18 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja wartawan dapat dikenai sanski hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta,” paparnya.

Pada bagian lain Taufick mengingatkan, bahwa IPJI bertekad akan melaporkan Kapolres Way Kanan  AKBP Budi Asrul Kurniawan secara pidana. Secara hukum pelecehan profesi tersebut harus diproses, tidak bisa dibiarkan.

“Bagi kami (IPJI), setelah ada permintaan maaf dari yang bersangkutan bukan berarti persoalan selesai. Tidak, penghinaan itu harus diproses secara hukum. Jika tidak, akan muncul pelecehan lain dikemudian hari,” pungkasnya bernada sengit.

Advertisements

Rasis sifat iblis laknatullah

RASISME* Imam Shamsi Ali**

Beberapa hari yang lalu di sebuah kota Amerika, Charlottesville, Virginia terjadi kekerasan bahkan merenggut nyawa manusia. Kekerasan yang fatal itu dipicu oleh pandangan rasisme sekelompok warga putih Amerika yang menamakan diri sebagai “White nationalists”. Secara kelompok mereka seringkali diidentik dengan “white supremacy” atau KKK dan juga Neo Nazists. Peristiwa itu menjadikan isu lain tentang Donald Trump tenggelam seolah tak pernah eksis. Isu paling besar selama ini adalah isu keterlibatan Rusia dalam memenangkan Donald Trump pada pemilu presiden Amerika lalu. Presiden Trump sendiri dalam beberapa hari setelah peristiwa itu diam seribu bahasa. Seolah tidak ada apa-apa walau semua pihak, termasuk media dan para politisi ribut membahasnya. Setelah mendapat desakan kuat barulah Donald Trump memberikan pernyataan mengutuk kejadian itu, termasuk menyebut pihak-pihak yang dianggap paling berganggung jawab. Hanya saja Donald Trump mengomentari dengan komentar yang tidak masuk akal. Mengutuk KKK dan New Nazist. Tapi juga menyalahkan pihak yang menentang esksistensi dan prilaku mereka. Pernyataan Donald Trump ini semakin memperkeruh suasana dan perdebatan yang ada, baik di kalangan para politisi maupun media, bahkan masyarakat luas. Peristiwa rasisme di Amerika ini, walau bukan sesuatu yang baru, adalah salah satu bentuk paradoks kehidupan yang nyata. Di zaman dan di negara di mana equalitas diakui sebagai nilai yang membanggakan (proud value) tapi juga masih terjangkiti penyakit rasisme yang kronis. Rasisme ini tidak saja menjangkiti banyak orang sebagai individu. Tapi saya khawatir justeru memang masih terjadi rasisme sistim. Di mana daerah-daerah dengan penduduk mayoritas ras tertentu sangat maju. Tapi daerah-daerah yang sebaliknya dari ras lain sangat terbelakang. Saya tidak perlu memberikan contoh-contoh nyata lagi di tulisan ini. Paradoks dua pemimpin Sebagai ilustrasi kenyataan paradoks dunia kita, saya menyampaikan dua contoh pemimpin bangsa pada masa dan tempat yang berbeda. Yang satu adalah pemimpin sebuah bangsa di Afrika dan di abad silam, di saat dunia masih dikenal sebagai dunia tribalisme. Dan yang satu lagi adalah pemimpin di negara Barat (tanpa menyebut nama) dan di abad kini, di saat dunia mengaku sebagai dunia yang modern, beradab, lebih maju dalam berlikor dan pendidikan. Dari kedua pemimpin ini siapa yang berhak dan punya otoritas moral (moral authority) untuk mengklaim sebagai pemimpin yang lebih beradab dan berkemajuan? Pemimpin yang pertama adalah raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia). Beliau adalah pemimpin dari kerajaan Kristen di Afrika saat itu. Pemimpin yang kuat, berwibawa, tapi bijak dan berkarakter. Beliau memimpin di Afrika, dan justeru di abad ketujuh yang dikenal sebagai abad yang masih sangat terbelakang. Tapi kenapa beliau mempu menjadi pemimpin yang luar biasa dan berkarakter? Saya sangat yakin bahwa itu karena dampak dari ajaran Isa AS yang dihayatinya. Karakter kepemimpinan yang berkarakter dan beradab itu dibuktikan di saat sekelompok orang asing dari luar negaranya, yang tidak dikenalnya, bahkan datang dari negara yang kerap konflik dan perang. Mereka adalah pengikut Rasulullah SAW yang datang ke mereka di awal-awal datangnya risalah Islam untuk mendapat perlindungan dari kebiadaban para kafir musyrik di Mekah. Sang raja harusnya curiga, mereka adalah orang-orang Arab yang dikenal keras, senang perang, dan kurang bermoral. Tapi membuka mata, pikiran sekaligus hati terhadap realita di hadapannya. Bahwa pre asumsi yang terkadang menjadi kesimpulan belum tentu adalah sebuah kesimpulan yang benar. Oleh karenanya beliau memastikan siapa mereka yang hadir di hadapannya itu dengan menanyakan keyakinannya. Dan pemimpin rombongan itu, Jafar bin Abi Thalib, hanya mengutip beberapa ayat dari Surah Maryam. Sang raja pun membuka pikiran dan mata hatinya menemui keagungan akan ajaran yang diyakini oleh pendatang itu. Pemimpin yang kedua adalah pemimpin sebuah negara besar, di bagian dunia yang merasa lebih maju dalam berpikir dan peradaban. Dan justeru di masa yang diakui sebagai masa modern dan lebih beradab, berilmu dan berkemajuan dalam pemikiran. Tapi justeru yang terjadi adalah memilah-milah manusia berdasarkan ras dan asal kesukuan. Pemimpin yang menimbang-nimbang manusia berdasar warna kulit dan bentuk wajahnya. Pemimpin yang menolak kedatangan mereka yang terusir dari negaranya karena perang yang direkayasa oleh siapa? Mereka ditolak karena dicurigai jangan-jangan pendatang itu membawa karakter keras, menjadi teroris, karena mereka datang dari negara yang dilabeli teroris. Padahal para pendatang itu melarikan diri dari teroris-teroris ciptaan siapa? Dari kedua pemimpin itu siapakah yang berhak mengaku lebih berkemajuan, beradab dan menghargai nilai-nilai universal kemanusiaan yang agung, kesetaraan di antaranya? Apakah pemimpin abad tujuh di sebuah negara Afrika atau pemimpin di abad 21 di sebuah negara maju? Rasisme itu penyakit bersejarah Saya menyebutnya penyakit bersejarah (historic sickness) karena sesungguhnya penyakit bermula sejak awal penciptaan manusia (Adam). Saat itu Adam sebagai makhluk yang terbaik, bentukan yang tersempurna dengan potensi yang dahsyat, menjadikannya makhluk termulia. Dan karenanya makhluk yang selama ini termulia, terdekat, terhormat di sisi Allah (malaikat) teruji. Semua diperintahkan untuk sujud sebagai penghormatan kepada Adam AS. Salah satu ciptaan Allah yang berada di level malaikat saat itu adalah Iblis. Saat itu boleh jadi Iblis lebih mulia dan terhormat karena kenyataan bahwa dia adalah jin, tapi secara religius berada di level malaikat. Dan karenanya ujian terberat dalam penghormatan kepada Adam ini adalah terjadi kepada diri Iblis. Dan karenanya dengan tegas Iblis menolak untuk bersujud kepada Adam. Dan alasan yang dipakai adalah: “saya lebih baik dari dia. Engkau ciptakan saya dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah” (Al-Quran). Penolakan menghormati dan menghargai orang lain karena alasan fisik/materi inilah yang disebut dalam bahasa modern sebagai rasisme. Oleh karenanya merujuk kepada sejarah Adam dan Iblis ini wajar jika penyakit rasisme ini dikategorikan sebagai penyakit bersejarah. Penyakit yang terjadi sejak awal penciptaan manusia. Sejarah rasisme ini berlanjut dalam perjalanan sejarah manusia. Fir’aun di Mesir memperbudak Bani Israil karena mereka datang dari etnik lain (Syam). Sementara Mesir saat itu mengkategorikan diri mereka sebagai bagian dari bangsa Romawi. Hingga masa awal Islam hadir kembali ke tanah Arab. Rasisme adalah salah satu penyakit sosial bangsa Arab saat itu. Perbudakan menjadi tradisi umum atas mereka yang secara ras miskin dan terbelakang. Khususnya mereka yang secara ras berkulit hitam. Mungkin yang paling terkenal adalah kasus keluarga Ammar bin Yasir dan Bilal bin Rabah. Islam memerangi rasisme Pertanyaan yang kerap kali ditanyakan oleh orang lain adalah apakah Islam memerangi rasisme atau sebaliknya mendukung rasisme? Yang menyedihkan memang terkadang kecurigaan jika Islam mendukung rasisme adalah karena memang masih terjadi praktek-praktek rasisme di belahan dunia Islam. Di negara-negara Timur Tengah hingga kepada keislaman seseorang masih kerap kali dinilai berdasarkan ras dan bentuk wajah. Jika anda berwajah Asia, apalagi tanpa janggut, maka dengan itu seolah iman anda kurang dari mereka yang berwajah Arab, apalagi dengan janggut panjang. Penilaian keislaman bahkan keimanan seperti ini bagi saya, sengaja atau tidak, adalah rasisme dalam beragama dan atas nama agama. Padahal Rasul sendiri mengatakan: “Sungguh Allah tidak melihat kepada bentuk fisik anda. Tapi kepada hati dan amal anda”. Lalu langkah-langkah apa saja yang Islam lakukan dalam rangka membasni, minima mengurangi pandangan dan karakter rasisme ini? Berikut saya sampaikan secara singkat dan sederhana: Satu, melalui konsep tauhid: “laa ilaaha illa Allah”. Konsep ini bukan sekedar konsep vertikal tanpa konsekwensi horizontal. Ketika seorang Muslim mengikrarkan bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka pada saat yang sama harus yakin bahwa “superioritas” atau “supremasi” itu hanya milik Dia Yang Maha Tunggal. Dan karenanya selain Dia, semua sama secara mandasar. Keimanan kepada Tuhan yang Satu tapi membeda-bedakan manusia adalah keimanan yang gagal secara horizontal (hablun minannas). Dua, melalui konsep satu keluarga kemanusiaan kita. Bahwa siapapun kita saat ini, dalam hal apa saja, termasuk suku, ras, warna kulit, bahkan strata sosial, kita jangan lupa bahwa kita semua berada dalam satu keluarga kemanusiaan (one human family). Kita diciptakan dari satu orang (nafsin wahidah) dan dari pasangan yang satu (dzakar wa untsa). Dan karenanya membeda-bedakan manusia atas dasar suku dan ras atau warna kulit adalah penghinaan pada keluarga, bahkan diri sendiri. Tiga, perbedaan apapun dalam hidup itu, termasuk ras, warna kulit, dan juga bahasa, dan lain-lain adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. “Dan di antara tanda-tanda kebesaranNya bahwa Dia menciptakan langit dan bumi, dan perbedaan warna kulit dan bahasa kamu. Sungguh yang demikian itu adalah tanda-tanda bagi orang-orang yang berilmu” (Al-Quran). Lain kata, mereka yang gagal menemukan kebesaran Allah dalam keragaman ras dan bahasa itu adalah orang-orang yang tidak berilmu alias bodoh. Empat, bahwa Islam memandang kemuliaan setiap orang tanpa kecuali. Bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan dimuliakan (mukarram). Dan kemuliaan ini adalah kemuliaan samawi, pemberian langsung tanpa ikatan apapun oleh yang Mencipta. Oleh karenanya merendahkan seseorang karena ras atau warna kulit, sama saja merendahkan Tuhan itu sendiri. Sungguh sebuah kesombongan manusia yang rasis. Lima, Islam menilai manusia hanya melalui satu kriteri. Kriteria yang tidak dibatasi oleh batasan-batasan dunia dan materi. Tapi ditentukan oleh satu yang semua manusia, apapun latar belakangnya mampu memilikinya. Itu ketakwaan. Sebuah pertimbangan yang ditentukan oleh hati (iman) dan karya (prilaku). Dan dalam hal ini, siapapun dia (orang itu) memiliki kesempatan yang sama. Akhirnya, sunggguh berbangga umat ini menjadi pengikut baginda Rasulullah SAW. Bahwa sejak awal kedatangan risalah (message) yang dibawanya, semua dengan tegas menentang sikap rasisme Arab saat itu. Sebaliknya beliau bangun dan suburkan kesetaraan yang sejati antar manusia. Beliau memandang Bilal setara dengan Abu Bakar, Salman setara dengan Umar. Selebihnya penilaian itu ada pada Allah. Tapi sebagai manusia beliau menempatkan sahabat-sahabatnya pada posisi yang setara. Mungkin dalam bahasa sabdanya: “bagaikan gigi-gigi sisir yang rata”. Inilah yang menjadikan beliau di saat melaksanakan ibadah haji yang dikenal dengan haji wada menyampaikan “deklarasi hak-hak asasi” dan “kesetaraan manusia secara universa”. Saat itu beliau menyampaikan khutbah wada’ yang berisikan antara lain: “Sesungguhnya bapak kamu satu, Adam. Dan Adam diciptakan dari tanah. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non Arab, dan tidak ada pula kelebihan non Arab atas orang Arab, kecuali dengan ketakwaan”. Pernyataan ini disampaikan oleh beliau di padang Arafah, di abad ketujuh, yang berabad-abad kemudian orang-orang di dunia Barat merumuskannya dalam deklarasi hak asasi manusia. Deklarasi Vienna inilah yang dikenal dengan nama: Declaration of Human Rights. Umat ini hanya perlu sadar, perlu lebih mendalami dan kembali menghayati ajaran agamanya. Sebab semakin tahu dan sadar akan agama ini semakin pula akan membanggakan, sekaligus menjadi tanggung jawab untuk membawanya menjadi lentera di tengah kegelapan dunia modern saat ini. Semoga! * Khutbah Jumat di Jamaica Muslim Center hari ini (18 Agustus 2017) ** Presiden Nusantara Foundation

DEFISIT=RAKYAT SUSAH

👉🏿 *RAPBN RI 2018* By : *

Syarifuddin Chan*

Dari RAPBN 2018

yg dirilis Kementerian Keuangan per Rabu 16 Agustus 2017,

disebutkan :

A. Anggaran Penerimaan Negara Rp 1.878,4 triliun

yg didapat dr pajak Rp. 1.609,4 triliun (86%);

sumber daya alam (SDA) migas Migas Rp 77,2 triliun (4%) dan SDA non Migas Rp 22,1 triliun (1%).

B. Sedangkan Anggaran Belanjanya, cicilan pokok utang & bunga Rp 629,2 triliun;

bunga Rp 247,6 triliun

dan defisit (minus) anggaran Rp 326 triliun.

Apa yg terbaca dr susunan angka APBN diatas ?

1. Pendapatan negara 86 % dr pajak, 5 % dari SDA.

Ini menunjukkan bhw SDA kita yg melimpah tak bisa kita nikmati lg hasilnya, hingga hanya bs menyumbang 5% dr pendptan negara.

2. Cicilan pembayaran hutang pokok + bunga 629 T + 247 T. Menunjukkan bhw negara ini sdh dililit hutang yg suangaaat besar.

3. Defisit anggaran 326 T. mengisyaratkan bhw kedepan,

utk menutupi ini bakal ada dua kebijakan :

1. Tambah item pajak atau

2. Tambah hutang.

3. Opsi menambah pendptan dr SDA sdh tak mungkin,

krn SDA itu sdh dikuasai asing dg perjanjian yg mengikat utk diperpanjang.

Semakin kedepan semakin jelas bhw rakyat akan semakin _ditindas_ utk menbayar pajak lebih besar…

Merdeka.. ???

Dari mana..??

Apa hanya slogan .??

Tidak ingatkah bhw tujuan kemerdekaan itu sebagaimana tertuang dlm UUD 45 adalah utk mewujudkan masyarakat adil makmur sejahtera ..???

Jgn bohongi rakyat trs seolah negara baik2 saja….

Negara ini sdh dlm krisis : – Kepenimpiman – Kepercayaan – sistem ketatanegaraan. *

AYO bangun…!!*

Semua hàl diatas karena manusia sebagai pengelola negara tidak baik… dan didukung sistem yang tidak relefan dgn kondisi negara.

Manusia faktor terpenting dalam hal apa saja. Maka bila manusia nya baik didukung sistem yg selaras maka akan menjadi lebih baik.

Karena yg menjalankan sistem adalah manusia, yang buat sistem juga manusia, maka jika manusia nya maling,garong, tukang tipu, tukang jina, mabok kekuasaan…. maka sistem yang dibuat nya pun hanya yang akan mendukung kelakuan nya saja.

Oleh karena nya. Muhammad.saw menitik beratkan pembenahan manusia nya terlebih dahulu.. karena jika manusia nya baik maka hal lain nya akan mengikuti…

Akan tetapi tidak dengan propaganda kaum kapitalis,sosialis/komunis,dan ajaran lain nya. Mereka menitik beratkan pada sistem. Karena menurut mereka merubah manusia itu sulit dan menghabiskan waktu dan biaya..

Mengapa demiian..karena mereka tergesa gesa.. dan dangkal.. yang akhirnya justru berputar putar pada masalah tersebut dan menjadi blunder, menjalar dan menggurita menjadi penyakit yang tidak ada ujung pangkal dan obatnya.

Beruntung kita ummat islam diturunkan alquran.. yang disitu sudah lengkap pokok-pokok ilmu. Dari sains dan teknologi, adab, pengetahuan umum dan sejarah. Biologi dan matematika..dan ilmu lain nya yg belum terurai oleh manusia dari alquran.

Sooo kenapa kita berkiblat kebaraat

Contoh kasus diatas defisit anggaran itu karena kita mengadobsi teory capitalis, sekuler dll nya… teory2 basi…

Banguun dan bangkitlah wahai anak bangsa…

President yang dilupakan

Ada 1 presiden yg terlupakan, padahal beliau sangat berjasa dalam menegakkan eksistensi INDONESIA pada saat Sukarno-Hatta dan para menteri ditahan Belanda. Agar tidak ada kefakuman kekuasaan, maka dibentuklah Pemerintah Darurat Republik INDONESIA (PDRI). Mr. Syafrudin Prawiranegara.

Ia pahlawan sejati.. Berbuat demi bangsa dan negara serta agama nya. Tak pandang dikenang atau dilupakan…

Apakah kita muslim..? Atau ngaku muslim??

A’ujubilah himinas syaiton nirrojiim. Bismillahirrohmqn nirrohiem. Alhamdulilah kita jadi orang islam Pernah bersyahadat secara sadar atau tidak sadar. Masalahnya sudahkan kita tanam syahadat itu dalam diri kita. Contoh: ada calon pemimpin.. Ada muslim ada non muslim. Mana yg kita pilih? Sekalipun nonmuslim terbaik sedunia (semisal) Atau ada calon pemimpin sama2 muslim. Ada yg solat dan ada yg sekedar solat mana yg anda pilih? Sekalipun yg tdk solat | sekedar solat tampak menawan. Atau ada calon pemimpin yg muslim tapi pernah dukung orang nonmuslim (dlm kontek kepemimpinan, saat ada alternatip pemimpin muslim) dan lainya muslim juga tapi gk hebat. Karena gk pernah dukung kaum munafik|nonmuslim. Mana yg kita pilih Dan banyak lagi contoh2 ketika kita harus bersikap dan memilih dalam kehidupan kita. Semisal: Ada wanita gak begitu menarik, tapi muslim, disisi lain ada wanita nonmuslim (bohai, sexy, cantiek, gaul, gkmalu diajak kepesta) tapi nonmuslim dan kuat ketidak islaman nya. Kita pilih yg mana.? Atau teman bergaul!! Ada kelompok gk keren tapi muslim, ada klompok gauul, tajir, ganteng2, keren, tapi non muslim… Kemana anda bergaul?? Jika anda cendrung pada yang selain muslim….. Tanyakan keislaman anda… Artinya kita belum bersyahadat Sadarkan diri kita, keluarga kita, libgkungan kita, dan setiap org yg kita kenal, akan hal itu… Ayat nya cari sendiri (usaha dong… Mau iman k@n?..) Buat paham ilmu dunia aja brani korban. Massa buat paham alloh gak brani kaji… 😁🤗 Selamat introspeksi diri sebagai muslim

Viktor siraja Pendusta

🇲🇨☝🏽🇲🇨 *Hai Victor !!! Kalau Mau Tau Khilafah dan Kristen Saat Berkuasa: Tontonlah “Kingdom Of Heaven” dan Bacalah “Inkuisisi”* August 8, 2017 Gema Rakyat – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Laiskodat dalam pidatonya menuding bahwa Khilafah (negara Islam) maka semua orang wajib shalat, tidak ada lagi gereja, tidak boleh ada perbedaan. Tudingan yang sangat fatal, buta sejarah, tak ada bukti. Mungkin karena pak Victor tidak tahu tentang Khilafah atau karena kebencian terhadap Islam. Kalau karena faktor “tidak tahu”, maka pak Victor bisa mulai dari menonton film “Kingdom Of Heaven”. KINGDOM OF HEAVEN (2005) Adalah film buatan Hollywood yang disutradarai oleh Ridley Scott, dan dibintangi antara lain oleh Orlando Bloom dan Liam Neeson. Tidak ada orang Islam yang terlibat dalam film ini kecuali mungkin bintang figuran dan kru lapangan. Juga tidak ada modal yang disuntikkan orang Islam. Namun film ini bercerita bagaimana tentara Kekhalifahan Islam yang dipimpin Salahudin Al Ayubi digambarkan sebagai pihak yang memegang penuh etika perang, toleransi beragama dan hak azasi manusia. Di lain pihak, tentara Salib justru digambarkan sebagai tentara yang haus darah, doyan perang, dan tidak mengenal belas kasihan meskipun kepada wanita dan anak-anak. Boleh saja bilang bahwa itu hanyalah film. Namun seandainya mereka mau membaca kembali catatan sejarah Perang Salib tentulah mereka akan menemukan pesan-pesan yang sama seperti di filmKINGDOM OF HEAVEN. Ketika Tentara Salib merebut Jerusalem pada Perang Salib I tahun 1099, mereka membantai habis penduduk Jerusalem, tidak hanya muslim tetapi juga penduduk Yahudi serta penganut Nasrani ortodox, termasuk kaum Arian, dan sekte-sekte lain yang dicap sesat oleh Paus. Tak terhitung masjid, sinagog, gereja ortodox dan perpustakaan habis dijarah, dirusak bahkan dibakar. Sebelumnya, di sepanjang jalan menuju Jerusalem tentara Salib juga melakukan pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan penganiayaan serupa. Selama Perang Salib I, ratusan ribu wanita, anak dan orang tua menjadi korban. Namun ketika Kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Panglima Salahuddin merebut kembali Jerusalem pada tahun 1187, tidak ada pembunuhan terhadap warga nasrani yang tertinggal di kota itu, tidak ada pengrusakan dan perampokan terhadap gereja, dan para pemuka agama nasrani sedikitpun tidak disentuh. BBC menulis: “A noble example of ideal Muslim conduct of war is the capture of Jerusalem by Saladin in 1187. Although a number of holy Muslim places had been violated by Christians, Saladin prohibited acts of vengeance, and his army was so disciplined that there were no deaths or violence after the city surrendered. The residents were taken prisoner, but their ransom was set at a token amount.” (Contoh mulia dari perilaku perang Muslim yang ideal adalah penaklukan Yerusalem oleh Saladin pada tahun 1187. Meskipun sejumlah tempat suci Muslim telah dihancurkan oleh orang Kristen, Saladin melarang tindakan balas dendam, dan tentaranya sangat disiplin sehingga tidak ada kematian atau kekerasan setelah kota menyerah. Warga dipenjara, tapi uang tebusan mereka ditetapkan dengan jumlah tertentu.) Link: http://www.bbc.co.uk/religion/religions/islam/islamethics/war.shtml Mengapa Salahuddin bertindak seperti itu? Jawabannya adalah, karena beliau memegang teguh etika perang Islam sebagaimana diajarkan oleh Al Quran dan Rasulullah Muhammad SAW. ITU POTRET KETIKA KEKHALIFAHAN ISLAM BERKUASA BAGAIMANA KETIKA GEREJA BERKUASA? Tahukah Anda pak Victor? Bacalah tentang “INKUISISI” di Spanyol, tatkala Kekhalifahan Islam dikalahkan oleh pasukan Kristen. Bagaimana perlakuan Kristen setelah menang? INKUISISI SPANYOL “The Inquisition in Spain” Tortures of the Inquisition including “waterboarding” at right. Vintage Woodcut Illustration from: “Book of Martyrs; or a History of the Lives Sufferings and Triumphant Deaths of the Primitive as well as Protestant Martyrs from the Commencement Of Christianity to the Latest Periods of Pagan an Popish Persecution” by Rev. John Fox pub 1832. aquired 2001 Tortures carried out in the name of religion Inkuisisi Spanyol, atau nama resminya Tribunal Dinas Suci Inkuisisi (bahasa Spanyol: Tribunal del Santo Oficio de la Inquisición), adalah institusi pengadilan gereja yang didirikan oleh pasangan Monarki Katolik Raja Ferdinand II dari Aragon dan Ratu Isabella dari Kastilia. Pada 1492 Ferdinand dan Isabella mengeluarkan Dekret Alhambra yang memerintahkan seluruh Yahudi untuk meninggalkan Spanyol. Umat Islam di Spanyol juga mendapat perintah serupa. Banyak di antara mereka yang pindah ke agama Kristen daripada harus meninggalkan Spanyol, dan mereka ini disebut dengan istilah conversos. Para conversos ini dicurigai tidak pindah agama dengan jujur dan tulus. Ferdinand II kemudian menekan Paus Sikstus IV agar menyetujui pembentukan sebuah Inkuisisi yang dikendalikan oleh Spanyol. Paus menyetujuinya. Orang-orang Islam di Spanyol, Mudéjars atau yang sudah pindah ke Katolik, disebut Moriscos, tak luput dari penganiayaan yang dilakukan oleh Inkuisisi Spanyol. Menurut Perjanjian Granada (1491), umat Islam dijanjikan kebebasan beragama, namun perjanjian ini tidak berumur panjang. Pada 1502, umat Muslim diberikan ultimatum untuk masuk Kristen atau meninggalkan Spanyol. Mayoritas mereka pindah agama, namun hanya di luar saja, karena mereka masih berpakaian dan berbicara sebagaimana sebelumnya, beribadah menurut agama Islam secara sembunyi-sembunyi, dan menggunakan tulisan Aljamiado. Hal ini menyebabkan Kardinal Cisneros untuk menerapkan peraturan yang lebih keras dan memaksa, sehingga memicu sebuah pemberontakan. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan (1502), dan pihak Spanyol menggunakan pemberontakan ini sebagai alasan untuk membatalkan Perjanjian Granada. Pada 1508, pakaian bernuansa Islam dilarang. Pada 1526 dan 1527, peraturan yang lebih keras lagi dikeluarkan. Pada 1567, Raja Felipe II mengeluarkan peraturan baru yang melarang penggunaan nama berbau Islam, pakaian Islam, serta larangan berbahasa Arab. Bahkan orang-orang Islam diberitahu anak-anak mereka nantinya harus diserahkan untuk dididik para pendeta Kristen. Seluruh 300.000 moriscos akhirnya diusir dari Spanyol pada 1609-1614, oleh Raja Felipe III. Agama Yahudi dilarang di Spanyol menurut Dekret Alhambra (1492). Hasilnya orang-orang Yahudi memilih meninggalkan Spanyol atau pindah agama. Kaum Yahudi yang pindah ke agama Kristen disebut Marranos (berarti “babi” dalam bahasa Spanyol). Mereka adalah orang-orang Yahudi Sefardim yang terpaksa pindah ke agama Katolik Roma, sebagai akibat penganiayaan orang-orang Yahudi oleh Inkuisisi ini. Link: https://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi_Spanyol ITU DIANTARA SEDIKIT FAKTA SEJARAH BAGAIMANA DAMAINYA MANUSIA DIBAWAH KEKHALIFAHAN ISLAM SEBALIKNYA… KETIKA KRISTEN BERKUASA MAKA SEMUA DIPAKSA AGAR MASUK KRISTEN ATAU DISIKSA, DIUSIR, DIBUNUH. Jadi pak Victor… JANGAN PUTAR BALIKAN FAKTA SEKARAH. BAHKAN HARI INIPUN Pak Victor bisa lihat bagaimana kondisi KETIKA ISLAM MINORITAS seperti di Rohingya Myanmar, Mindanau Philipina, Uighur China, dll… dan bagaimana perlakuan umat Islam KETIKA ISLAM. MAYORITAS seperti di NKRI. Saat Aksi Bela Islam jutaan massa Umat Islam, gereja aman, pengantin kristen dijaga, bahkan rumput pun ikut dijaga. NB ‘ VIICKTOR SEBAIKNYA CEPAT 2 BERTOBAT BIAR TDK PIKTOR ( PIKIRAN KOTOR ) TRS DGN ORANG ISLAM YA !? Wassallam Ampun YA ALLAH SeAmpun 2 NYA Sampe Masuk Sorga !!!