Pembangunan yang jomplang di kabupaten bogor

Pembanguna Kabupaten bogor jomplang, dan ini komentar yang bukan tanpa alasan, seperti kita lihat pada foto berikut, sedangkan di sisilain perwatan jalan saja yang masih layak menelan biaya yang cukup besar itulah realita pembangunan di kabupaten bogor.

Jika kita merujuk besar nya dana APBD yang direalisasikan pada 2017, cukup mencengangkan dengan kondisi pembangunan yang ada dimasyarakat, kita ambil contoh infrastruktur berupa jembatan penghubung, yang sangat berperan besar menghubungkan dua kecamatan sukaraja dan cibinong yang tak terawat dan perlu perhatian pemerintah,

Sedangkan Jumlah Pendapatan kabupaten bogor tahun 2017 sudah mencapai Rp6,070,122,054,000 Yang sebagian bersumber dari Pendapatan Asli Daerah mencapai +30% = 2,207,859,554,000, yang artinya sumbangsih kabupaten sendiri dalam keuangan dareah tidaklah kecil. Harus nya pasilitas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas menjadi prioritas.

Namun sangat disayang kan jikadiperhatikan dalam APBD tersebut betapa tidak hampir 28% tersedot untuk Belanja Pegawai atau senilai 1,856,097,493,000, yang artinya bisa kita bayangkan hampir 28% keuangan daerah habis untuk membiayai aparatur sipil pemerinta dareah yang notabene nya memiliki kehidupan yang mapan, dan itu hampir setara dengan Dana Alokasi Umum yang mencapai 1,918,858,260,000, dengan kata lain 28% lebih APBD habis untuk mempasilitasi PNS yang berjumlah 19.985 orang.

Sedangkan anggran untuk Belanja Barang dan Jasa 1,462,244,561,000.Dari data diatas dapat kita asumsikan terdapat beberapa hal yang mesti dikoreksi pertama dalam alokasi dana pemerintah harus lebih selektif dalam pengalokasian nya, kedua lebih menekan kan skala prioritas dalam penetapan kegiatan baik proyek fisik, barang dan jasa. Dengan mengacu pada satndar Efitiensi dan efektipitas, dan harus benar benar dihitung antara Benefit dan cost dari setiap proyek yang diajukan, sehingga akan lebih tepat sasaran.
Iin solihin LSM ARUN

Advertisements