Obrol Obral obril

Jejak sejarah, Polemik, dan Prediksi Sore hari seperti biasa nya masyarakat Indonesia, santai digardu siskamling sambil bincang-bincang. Ada yg menarik dari perbincangan kali ini, isu hangat gejolak politik tanah air, ada sahabat yang juga tetangga saya bertanya, “bang gimana ini TNI kok ikut ikutan berpolitik” tanya nya.. Pada dasarnya ABRI/TNI adalah penjaga integritas, kedaulatan dari disintegrasi bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari dalam dan dari luar, dahulu TNI ada Dwi fungsi, dimana TNI memiliki fraksi di DPR, yang artinya TNI berperan aktif dalam politik. Dengan berjalan nya waktu fungsi dan hak politik untuk berpolitik tercabut, dengan dicabutnya dwifungsi ABRI, dalam realita berbangsa dan bernegara TNI punya tugas pokok yang tak lepas dari idealogi bangsa, jika potensi sesuatu dinilai akan menggerus idealogi bangsa, apa lagi berpotensi perpecahan maka sangat wajar jika TNi melakukan gerakan antisipasi pengamanan, baik secara pasif, preventif atau aktif bahkan Seporadis.

Dalam politik langsung memang TNI tidak diperkenankan, tapi pengertian mengkaper politik yang berpotensi menggerus idealisme bangsa apalagi terindikasi dapat menjadi conflik baik secara pertikal maupun horizontal maka TNI sebagai penjaga kesatuan dan idealisme bangsa sangat baik melakukan langkah langkah preventif walau bernuansa politis. Seharusnya ini didukung oleh kalangan politik yang juga menganut idealisme Pancasila demi menjaga NKRI tetap utuh dalam wadah negara kesatuan. Perlu kita fahami Indonesia itu dari tiada menjadi ada, dia ada karena bersatunya kerajaan-kerajaan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengingkat nya adalah Bhineka tunggal Ika dan Pancasila, maka ketika ada idealisme diluar atau bertentangan dengan Pancasila, wajib dikoreksi bahkan ditiadakan, syarat utama idealisme yang sesuai Pancasila adalah *” Berketuhanan yang maha esa”* itu syarat mutlak, karena jika tidak maka dasar negara dan azas Negara harus dirubah agar tidak bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. Kemudian dia harus berkemanusiaan, artinya golongan, partai, organisasi dan lainya yang tidak berkemanusiaan tidak juga dapat diterima, semisal ateisme, kemudian trekrekort dalam aplikasi idealismenya apakah cacat sejarah, seperti Komunis yang melakukan pembantaian sesuai fakta sejarah yang ada. Jika sila kedua tidak tercukupi maka ajaran tersebut harus ditiadakan, minimal secara institusi/hukum tidak diakui. Dan dalam hal idealisme itu juga menjunjung tinggi nilai persatuan sebagai mana tertuang dalam sila ketiga “persatuan Indonesia” dan juga memiliki sifat kerakyatan, maka organisasi tersebut boleh memiliki delegasi sebagai wakil dalam menentukan nasib bangsa sesuai sila ke empat, semua itu untuk satu muara yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nah sini TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI sangat berkepentingan melakukan tindakan yang profesional, obyektif, bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan NKRI sebagai wujud menjalankan tugas dan fungsinya, sekalipun itu akan bersebrangan dengan institusi, atau lembaga bahkan pimpinan nya secara langsung atau tidak langsung. Wacana pencabutan UU komunis sebagai organisasi terlarang adalah ide kolot dan kampungan, betapa tidak mereka hendak menggunakan keuangan negara, perangkat negara, untuk menguasai bangsa dan negara, indikasi itu sangat kuat.. Karena jika UU itu dicabut lewat sidang paripurna dan atau dengan cara cara lain nya, apalagi jika desakan kepada pemerintah bahwasanya bangsa Indonesia harus meminta maaf kepada golongan tertentu karena dianggap melakukan kedjoliman, secara tidak langsung maka seluruh bangsa Indonesia sama saja menyatakan saya bersalah dan meminta maaf atas kesalahan itu. Dan atas dasar itu, hal yang pernah menjadi wacana untuk diajukan bahwa jika hal itu terjadi maka negara bertanggung jawab atas semua yang selama ini terjadi serta dampak yang ditimbulkannya, maka dengan itu golongan itu meminta kompensasi senilai tertentu (*900juta/kepala) yang dianggap korban dari kesalahan bangsa ini dimasa lalu. Lalu apa yang akan terjadi jika itu dilakukan, maka jumlah mereka yang terinventarisir sebanyak 20juta jiwa, juga berdasarkan pengakuan dari beberapa orang dari kalangan mereka sendiri yang merasa korban, maka dapat dibayangkan… Ini perampokan APBN secara terang terangan, dan jika itu terjadi kemana dana itu akan teralokasikan…? Bisa kita bayangkan anggota 20juta jiwa+ uang dari negara ribuan triliyun, apa yang bisa terjadi. 1.Tercabutnya UU komunis Artinya lahir kembali PKI 2. Permintaan maaf artinya bangsa Indonesia bersalah 3. Kompensasi triliyun artinya logistik yang cukup 4. Partai ada, kader ada, uang ada = pemenang pemilu artinya kudeta secara konstitusi (sah secara tata Negara). Ini kah yang diharapkan bangsa ini. Maka sangat wajar jika TNI menghalau sekuat tenaga agar hal itu tidak terjadi, Jangan karena egoisme pribadi ini semua bisa menjadi konflik, mengapa saya bilang egoisme pribadi?? Karena sejarah berulang jika ini tidak sedini mungkin diantisipasi, Dahulu Soekarno dengan bangga dikonfrensi di PBB mengatakan hanya Indonesia yang mampu menyatukan berbagai idealisme dalam 1 wadah negara, (agamais, nasionalis, Komunis) Yang dikenal dengan istilah Nasakom, Konsep ini mendunia dan menjadi pilot projek bangsa-bangsa di Eropa dan Amerika juga diasia, karena baru ini terjadi. Biasanya liberal kapitalis, agamais, dan komunis, selalu bergesekan dan konflik. Tapi tidak dengan Indonesia, Soekarno mati Matian berusaha mempertahankan stadment nya di dunia international itu, bahkan sekalipun harus mengorbankan rakyat nya dalam konflik dan kudeta kudeta yang gagal oleh PKI. Sekarang ini mencuat dan menjadi fenomena yang .enimbulkam polemik dimasyarakat, dan jika tidak segera diambil sikap tegas tidak menutup kemungkinan ini menjadi cepat national. Pemilihan president 2019 adalah pertarungan luar biasa. Bukan pertarungan politik biasa seperti yang sudah kita lalui dari jaman ordebaru sampai sekarang jaman reformasi, walau mereka bergerak sudah dari awal reformasi, karena sejak itulah belenggu yang selama ini kita kaitkan kekaki mereka kita lepas. Dan sejak saat itu juga kita kalah start, walau belum terlambat menyadari, sebenarnya aparat penegak hukum sudah lama mengetahui, akan tetapi sebelum nya belum seperti sekarang gencar dan lebih masif nya gerakan mereka. Tugas kita sebagai rakyat Indonesia yang cinta tanah air dan keyakinan nya adalah memastikan gerakan mereka terhenti sampai disini, dan di 2019 pastikan calek kita, pemimpin kita adalah berdarah Indonesia yang memiliki idealisme Pancasila yang menjaga keutuhan NKRI dan beragama ini poin yang sangat penting. 27 September 2017 Iin Solihin Ketua DPC Bogor, Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Ketua (LPKP) Lembaga Penelitian Kebijakan Pemerintah

Advertisements

Orang islam Tak takut PKI !!

Sejarah Islam membuktikan, ketika ruuh islam masuk kedalam diri seseorang maka ia akan manjadi manusia yang memiliki prinsip, tujuan , pengetahuan, dan jalan yang benar, jika kita buka sejarah tidak pernah terkalahkan pasukan muslim melainkan dalam beberapa pertempuran yang sudah sangat jauh kekuatan nya, itupun pada akhirnya jadi hikmah yang luar biasa seperti berbondong bondong nya pasukan timur lank dan monggol setelah mengalahkan pasukan muslim.

Sejarah juga mencatat ketika pasukan muslim sudah mengambil sikap untuk bertempur, maka hanya 1pilihan, harus dapat ridho Alloh (hidup mulia atau syahiid)

Lalu ada apa dengan muslim indonesia, jawaban nya karena mayoritas Islam di Indonesia tidak bertuhan kepada Allah, melainkan bertuhan kepada teman nya, saudaranya, jabatannya, uangnya, pimpinan/bos nya. Sehingga jauh dari pertolongan Allah.swt.

Saya kutip tulisan ulama masyhur, Buya Hamka dalam petikan tulisan nya,

https://insobinvolvot.files.wordpress.com/2017/09/vid-20170925-wa0035.3gp

*Mengapa Kaum Komunis Tidak Gentar Menghadapi Maut?*

_Oleh: Buya HAMKA_

Mengapa dengan gagahnya Sudisman dan Njoto (tokoh PKI, -pen) berdiri tegak mendengarkan MahMilLuB membacakan vonis hukuman mati bagi dirinya… Bahkan Njoto sempat melantunkan syair Tagore, “Daun-daun kering berguguran untuk menumbuhkan daun-daun muda yang segar”, lalu dengan gagah berani dan mata tak berkedip dia menunggu keputusan hukuman mati… Di bibirnya tersungging senyum sinis…

Mengapa demikian berani orang2 itu menghadapi maut? Padahal pokok kepercayaan mereka adalah tidak mempercayai sama sekali adanya Tuhan dan hari kiamat…

JAWABNYA adalah… karena mereka mendalami pengertian terhadap cita2 IDEOLOGI… Mereka tidak mempercayai hal ghaib, padahal ideologi itu sendiri adalah ghaib (nisbi)…

Mengapa DIANTARA UMAT ISLAM di negeri kita ini masih jarang terlihat yang demikian?

Kalau kita katakan mengatakan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, mengapa jarang kita temukan pemimpin yang konsekuen dengan pendiriannya?

Malahan ada yang tidak malu2 BERKAWAN dengan komunis untuk menghantam sesama Islam… Mengapa banyak yang mengingkari janji dan “bai’at”nya dengan kawan seagama, hanya semata2 untuk kemenangan politik sementara?

SEBABNYA adalah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita2, sebagaimana orang2 komunis itu…

Islam telah kita terima sebagai agama, dan kita marah jika dikatakan tidak Islam… Tetapi Islam itu sendiri belum kita resapkan dalam jiwa… Kita belum merasakan lezatnya iman dan nikmatnya ideologi… Kita masih DIPERBUDAK oleh hawa nafsu dan materi…

Yang PERTAMA dan UTAMA alam menegakkan suatu ideologi bukanlah mesti bergelar “alim”, bukan ahli fiqih dan bukan titel kesarjanaan. Semua itu hanya kulit luar… Tetapi yang pertama dan utama adalah “quwwatil khulqi” (KEKUATAN KARAKTER), yaitu kuatnya mental serta moral…

Dimana LETAK KESALAHAN kita?

Sebabnya ialah, selama ini kita hanya BERTENGKAR SOAL FURU’, soal hukum bersentuhan kulit lelaki dengan perempuan, soal melafalkan niat, dst… Namun intisari agama itu sendiri tidak pernah dirasakan…

Selalu kita menyebut2 pendapat2 Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafii dan Imam Hambali, tetapi kurang sekali kita melihat kepada suka-duka pribadi mereka dalam menegakkan kebenaran…

Orang yg dapat menghapal qala ta’ala, qala Rasulullah, menurut Imam Syafi’i demikian, menurut Imam Hanafi begitu, belum tentu dapat mempertahankan agama kalau tidak memiliki kekuatan karakter… Orang yang demikian mudah saja disuruh membuat fatwa guna “menghalalkan” perbuatan yang haram dari seorang diktator…

Kepada yang diatas (penguasa), orang2 seperti itu selalu kalah dan mengalah, tetapi kepada kawan sendiri mereka sanggup memang berpolitik…

Adakah kita yang bersorak sorai mengaku membela mazhab yang empat berani meniru, meneladani keempat imam ini dalam hal KETEGUHAN PENDIRIAN?…

Tidak ada atau JARANG SEKALI… SEBAB dalam hal agama, selama ini kita bertengkar tentang “kulit”, tetapi enggan “menelan isi”…

Oleh sebab itu maka jika seorang diktator berkuasa, orang yg seperti inilah yang disenangi…

Kamu ANGKATAN MUDA, jauhilah hal2 seperti itu. Inilah yang merugikan kita bertahun2 lamanya, sehingga cita2 Islam tidak bisa tegak, karena kita kekurangan manusia yang berkarakter…

Maka kalau orang komunis seperti Sudisman berdiri tegak dengan wajah tenang menghadapi hukuman mati… Kalau Njoto masih sempat bersyair ketika mendengarkan vonis… Padahal mereka hendak menghancurkan agamamu… MENGAPA kamu yang mempertahankan Tuhan dan menjaga agama merasa ragu menghadapi segala kemungkinan alam keyakinan?

(Disarikan dari tulisan Buya HAMKA dalam rubrik Dari Hati Ke Hati, Judul; “Benamkan Diri Kedalam Cita-cita” -dengan proses penyuntingan-).

LPKP

https://insobinvolvot.files.wordpress.com/2017/09/vid-20170907-wa0000.3gp

Jejak konflik di jakarta timur

Seyogyanya nya setiap ummat beragama saling menghormati, sehingga terjaga kerukunan antar ummat beragama di Indonesia yang memang multi kultur, etnis, dan agama.

Sehingga konflik konflik seperti ini tidak perlu terjadi, dan setiap pemeluk menjalankan keyakinan nya tanpa harus mengganggu pemeluk agama lain nya, dan semua pihak berharap konflik ini selesai dengan baik.

Tak tau kenapa konflik antar masyarakat di wilayah Jakarta ini tak kunjung selesai, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak pihak tertentu bahkan semua pihak, namun damai di pagi hari kerjaannya keributan dimalam hari nya, dengan dalih tak puas dan dendam, berikut sedikit petikan komentar dari warga di daerah tersebut kepada kami,yang dilakukan via whatsupp dengan saudara herlan seorang warga didekat lokasi kejadian.

Kronologis nya dari kejadian terakhir bagai mana pak herlan??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Keributan terjadi lagi. Maka datanglah aparat keamanan mendamaikan. Mulai dari Kapolres Jakarta Timur, Kapolsek Cakung, Sekcam Cakung. kepala UPT RS PuloGebang, DKM dan Tokoh Agama mendamaikan.

Apakah terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Kedua belah pihak berdamai lagi.

Lalu kenapa masih ada keributan lagi pak??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Namun pada saat Maghrib hari itu juga datang sekelompok orang tak dikenal kerumahnya sdr Joker mengeroyok dan memukuli Sdr Joker hingga memar..

Lantas pak apakah setelah itu pihak yang dipukuli diam, atau melapor pada pihak berwajib??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Terjadi keributan lagi.

Lalu apa yang dilakukan pihak terkait dalam hal ini aparat keamanan??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Aparat keamanan turun lagi mengamankan..

Lantas dari pihak korban apa yang dilakukan??
[25/9 07.13] ‪+62 812-8818-4277‬: Kasus ini dilaporkan ke Polres Jakarta Timur dan korban dibawa ke RSCM untuk divisum.

Kalau stadment bapak sendiri bagaimana atas kejadian ini?? Agar mungkin masyarakat luas atau aparat terkait dapat melakukan yang terbaik??
[25/9 07.14] ‪+62 812-8818-4277‬: Saya tidak pandai membuat berita. Jadi tolong yang sudah biasa membuat berita yang baik agar bisa difahami oleh saudara kita baik yang muslim maupun Non muslim.
Ini terjadi keributan berulang-ulang lalu damai dan ribut lagi… bagaimana cara nya supaya tuntas.

Oke terima kasih pak herlan atas informasinya.

Sebenarnya masyarakat menginginkan kedamayan dan ini harus dapat dipahami sebagai bagian dari proses bermasyarakat dalam tatanan berbangsa, kunci utama nya komunikasi yang baik dari semua pihak
Lpkp

Toleransi = intoleransi : Pembodohan

— BACAAN MENARIK —

[[ DR Abdul Hadi WM: Muncul Kemunafikan dalam Kasus Rohingya ]]

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Filsuf dan Guru Besar Universitas Paramadina Jakarta Prof DR Abdul Hadi WM menyatakan muncul situasi yang munafik di Indonesia ketika melihat tragedi yang menimpa Muslim Rohingnya di Myanmar.

Fakta ini, katanya, terlihat jelas karena ada banyak pihak yang selalu berusaha mengecilkan penderitaan yang menimpa Muslim Rohingya, tetapi pada saat yang sama mereka selalu membesar-besarkan bila ada tragedi yang menimpa warga non Muslim lainnya sebagai kekerasan atau kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

“Selama ini saya sudah banyak ’nguping’ dan menjadi tahu bila cukup banyak orang anti Islam di Indonesia yang mensyukuri tragedi yang dialami Muslim Rohingya. Mereka takut-takut menyebut Muslim dan menggantinya dengan kata ‘etnis’. Dalam hati mereka bersorak sorai atas malapetaka yang dialami Muslim Rohingya. Alasannya karena yang terkena malapetaka itu Muslim,’’ kata Abdul Hadi, kepada Republika.co.id, (8/9).

Abdul Hadi mengatakan semenjak hari ini hingga bertahun-tahun lalu dirinya sudah banyak berjumpa dengan tokoh-tokoh dari Filipina, Jepang, Malaysia, Thailand, Belanda, Indonesia, Jerman, Amerika, Korea Selatan dan lain-lain, yang bersikap seperti itu. Mereka selalu membesar-besarkan bila ada konflik atau kekerasan yang menimpa warga di luar umat Islam, namun selalu mengecil-ngecilkan persoalan ketika kekerasan yang sama menimpa kaum Muslim.

“Saya pernah berdebat dengan tokoh cendkiawan Chandra Muzafar di Malaysia tentang perlakuan tidak adil terhadap minoritas Muslim Pattani dan Filipina.. Mereka bicara sayup-sayup saja. Tetapi manakala bicara soal Timor Timur, wah gegap gempita mereka ngomongnya. Itu tahun 1990-an. Nah, untuk Rohingnya saya belum dengar apa kata mereka,’’ kata Abdul Hadi.

Bukan hanya itu, lanjut Abdul Hadi, mulai sekarang Muslim Indonesia juga dituntut semakin waspada dan kian jeli melihat perkembangan situasi. Salah satunya adalah mewaspadai penyelesaian konflik Rohingnya dengan berkedok pada pecitraan toleransi dan langkah bijak bestari.

“Jangan mudah kepincut kata-kata toleransi. Di dalam kata toleransi boleh jadi tersembunyi intoleransi,’’ ujarnya,

Abdul Hadi lebih lanjut mengatakan pada saat sekarang mulai ada indikasi adanya segelintir orang di Indonesia yang ingin menyama-nyamakan FPI dengan gerombolan pendeta Buddhis radikal Myanmar yang terlbat langsung genosida dan pengusir Muslim Rohingya dari tanah air mereka.

Mereka pura-pura tak tahu bahwa FPI tidak pernah membunuh penganut Buddha dan tidak pernah membakar rumah-rumah dan perkampungan mereka. Tidak juga didukung militer seperti di Myanmar.

‘’Maka waspadailah setiap upaya untuk menutup-nutupi bahwa di sana ada perang agama dan kebencian terhadap Islam yang sudah merasuki jiwa mereka secara mendalam. Waspadai penyelesaian pura-pura berkedok toleransi dan langkah bijak bestari. Jangan pakai kata’toleransi” digunakan untuk menakut-nakuti orang Islam. Mereka lupa siapa yang membunuh Muslim Madura di Kalimantan. Dan siapa yang mulai membantai dan membakar mesjid dalam Konflik Ambon,’’ tegasnya.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/09/08/ovxtrc385-dr-abdul-hadi-wm-muncul-kemunafikan-dalam-kasus-rohingya

[8/9 19.28] Iin Solihin: Berikut …

##Kasus Burma##
Dr. Umar Abdul Kaafiy

(Profesor Theologi Islam dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Al Qur’an International di Dubai)
Tidak mengapa kita memberikan 90 Menit dari waktu kita untuk mengetahui apa sebenarnya kasus tragedi Burma dan ummat Islam yang ada didalamnya.
Ringkasan Kisah:
Sebuah Negara tersendiri namanya Arakan dengan penduduk muslim sebanyak tiga juta jiwa.
Dimulai dari Masa mereka tersebarnya Islam di negara bersebelahan, namanya negara Burma dengan memiliki mayoritas penduduknya adalah beragama Budha.
Pada tahun 1784 atau sebelum 230 tahun yang lalu Kaum Budha sangat membenci Kaum Muslimin di Arakan dan memerangi mereka serta mereka membunuh kaum Muslimin yang ada didalamnya dan mereka (budha) memperlakukan mereka (kaum muslimin) seperti Boneka Mainan dan mereka (Budha) merebut Arakan menggabungkannya dengan Burma dan merubah namanya menjadi Myanmar.
Dan jadilah Arakan bagian dari Burma, dan jadilah Kaum Muslimin yang sebelumnya adalah didalam negaranya sendiri (sebelum direbut oleh budha) akhirnya menjadi Minoritas (jumlah mereka 3 atau 4 juta jiwa) sedangkan Kaum Budha jumlah mereka 50 Juta jiwa.
Kaum Muslimin menggabungkan desa-desa mereka yang terpisah dan hidup didalamnya, mereka berniaga didalamnya, dan didalamnya ada organisasi-organisasi yang membiayai para da’i dan masjid-masjid mereka.
Kemudian terjadilah Mereka orang-orang Burma yang beragama Budha menyerang desa-desa Kaum Muslimin untuk mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.
Dan belum lama ini terjadilah pembantaian yang sangat mengerikan. Sekelompok Kaum Budha   membajak sebuah Bus yang membawa 10 orang da’i dari para penghafal Al Quran yang mana mereka berkeliling ke desa-desa Muslim mengajarkan mereka menghafal Al Quran dan mendakwahkan meraka kepada Alloh Ta’alaa, menikahkan mereka, dan mengajarkan mereka urusan-urusan agama mereka (Islam).
Yang sangat menyedikan, kelompok ini (Budha) yang membajak Bus para Da’i. Mereka menangkap para Da’i dan mengeluarkan mereka dari Bus, mereka memukuli para Da’i dengan pukulan yang keras kemudian menjadikan mereka (para da’i) permainan dengan melukai tubuh-tubuh mereka (para da’i) dengan berbagai jenis senjata tajam.
Kemudian mereka (Budha) mengikat Lidah-lidah para da’i dengan satu ikatan dan memotong lidah mereka sampai terpisah dari leher mereka tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Semua itu hanya karena untuk menyiksa mereka karena mereka selalu menyeru kepada Robb nya dan mengajarkan manusia agama islam dan al quran.
Kemudian… mereka (Budha) memotong-motong tubuh para da’i dengan senjata tajam mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki para da’i sehingga akhirnya mereka gugur  satu persatu. 🔪
Jadilah kaum Muslimin melakukan pembelaan terhadap para da’i, Imam Masjid, dan para Khotib mereka.
Kaum Budha menyambut pembelaan mereka (mengkondisikan perang) dan mulailah mereka (Budha) melakukan pembakaran desa, membakar rumah (kaum muslimin) satu demi satu sampai rumah yang dibakar berjumlah 2600 rumah. Terjadi gugurlah dalam peristiwa itu (kaum muslimin) dan gugur dalam usaha melarikan diri serta mengungsi dari desa tersebut 90.000 pengungsi melalui jalan laut dan darat, dan tidak pembantaian serta pembunuhan terhadap kaum muslimin masih saja terus berlangsung tidak berhenti.
Anak-anak Perempuan dan Istri-istri mereka diperkosa sampai mati dihadapan orang tua dan didepan mata keluarga mereka, dan mereka dibawah ancaman hunusan senjata tajam!
*kemudian, kemana hilangnya rasa marah kita..?!*
*setiap kita hanya bisa bertanya kepada diri sendiri apa yang harus aku lakukan untuk mereka..?!*
Kewajiban mu atas penderitaan mereka sekarang ada dua perkara:
*Pertama, Berdoalah untuk Mereka..!*
*Kedua, sebarkanlah berita tentang tragedi mereka sehingga manusia mengetahuinya!*
*DAN INI ADALAH SELEMAH-LEMAHNYA IMAN!*
Jika anda selesai membaca tulisan ini… lakukan perbuatan nyata apa saja yang dapat anda lakukan dengan hati nurani anda.. ini pun apabila anda masih memiliki hati nurani yang hidup..!!
Hasbunalloh wa ni’mal wakiil..
Sebarkanlah agar orang-orang arab dan kaum muslimin lainnya dapat mengetahui tragedi ini..

[8/9 19.33] Iin Solihin: Update
China Ancam Perangi Turki, Jika Ganggu Biksu Rasis Wirathu..*
Hagiasovia.com – Pernyataan mengejutkan dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan RRC yang mengatakan akan membela Myanmar dan biksu radikal wirathu. Bahkan cina siap mengumumkan perang kepada Turki.
Menteri Pertahanan RRC Chang Wanquan meminta militer, polisi dan rakyat Cina untuk membantu sekutunya Myanmar serta bersiap untuk perang rakyat. Hal ini dia ungkapkan dalam kunjungan ke instalasi militer di pesisir Zhejiang, Provinsi RRC bagian timur.
“Ancaman keamanan nasional semakin serius. Terutama, datang dari wilayah laut. Karena itu, militer, aparat penegak hukum dan rakyat sipil harus mempersipakan diri dalam perang rakyat,” kata Chang Wanquan.
Chang menduga ancaman Erdogan mengirim pasukan khusus Turki untuk menangkap biksu radikal wirathu hanya alasan untuk masuk ke wilayah China. “Turki dan Erdogan hanya alasan untuk masuk ke wilayah China dan mengancam kedaulatan kita,” katanya.
Reaksi China untuk membela kejahatan kemanusian yang dilakukan militer Myanmar bersama oknum biksu rasis ini semakin menunjukan China ada dibalik pemerintahan Myanmar saat ini. Menurut penelitian tim hagiasovia, China memang mendominasi perdagangan dan sumber daya yang ada di Myanmar.
Sebelumnya Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki memang mengecam keras tindakan genosida terhadap etnis muslim Rohingya di Myanmar. Erdogan juga berjanji akan memburu biksu rasis wirathu yang menyebarkan kebencian kepada Umat Islam.
Presiden Erdogan berjanji akan terus mengejar Wirathu meski bersembunyi di lubang tikus. Ia juga akan mengerahkan kapal perang yang berisi pasukan khusus Turki. “PBB dan negara lain hanya bisa mengecam tindakan brutal Wirathu. Tapi kami akan langsung memburunya meskipun ia sembunyi di lubang tikus,” tegas Erdogan berapi-api.#

[9/9 05.37] Iin Solihin: TAKUT REZIM : TIDUR SAJA…!!!
Oleh: Tengku Zulkifli Usman
Kalau anda takut bully-an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru, maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, gak perlu berjuang, gak perlu amar ma’ruf nahi munkar ke penguasa
Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do’a saja, ya silakan saja, yang saya tau, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda, muslim yang gak punya daya juang
Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang. Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.
Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidupnya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tau saya.
Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau gak usah ngapa-ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan begitu?
Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.
Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?
Benar kata Abdullah Azzam, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada. Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah ngaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.
Wallahu ‘alam

PEMIMPIN IDAMAN

Dari banyak pemimpin dunia banyak yang memiliki idea. akan tetapi ide itu tidak menyentuk masyarakat secara menyeluruh, jangan kan mendunia, untuk wilayah kekuasaan nya pun tidak mengakomodir semua strata sosial masyarakat.

dalam dunia islam seorang pemimpin tidak harus luar biasa, sakti, genius atau lainya.

kunci kepemimpinan dalam islam adalah terletak pada sifat,  1. amanah 2.fatonah 3.siddiq 4.tablik. dengan dasar pegangan Alqur’an dan hadist. kenapa demikia..? karena dengan 4 sifat tersebut dalam menjalankan alquran dan hadist maka akan tercipta kebaikan yang luarbiasa. lalu ditambah ijma para ulama yang mengkaji dan mengkolabolari keadaan sosial masyarakat dengan aturan baku yang bersumber pada alquran dan hadist tadi. pada jaman dahulu dikenal istilah Mufti.

pada jaman sekarang belum terlihat pemimpin yang tegas tapi tidak keras, yang lembut dan kasih sayang tapi tidak cengeng, yang wara tapi tidak miskin, yang berilmu tapi tidak menggurui…dst.

dengan banyaknya kejadian didunia international 1persatu pemimpin dari belahan dunia terlihat kecendrungan nya. kemana idealisme sebenarnya. tertampak jelas dari kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan dibawahnya.

Yang menarik perhatian dunia international adalah salah seorang pemimpin dari turkei, kebijakan dalam negeri nya serta kebijakan luar negerinya sangat jelas. tidak ragu dalam mengambil kebijakan. diantara nya sekarang yang lagi menjadi perhatian dunia international adalah kasus pembantayan dimeyenmar, kekejaman kebiadabpan yang terjadi terhadap etnis rohingnya yang notabene adalah mayoritas muslim yang menjadi minoritas diwilayah miyenmar. 

kebiadapan yang terjadi hanya menjadi obrolan dimeja pemimpin dunia tanpa reaksi apapun selain mengutuk.

Tidak demikian dengan pemimpin satu ini. beliau langsung bereaksi keras dan mengambil sikap tegas juga langkah strategis buat muslim minoritas rohingnya nya yang didjolimi.

Dan sikap ini langsung direspon oleh para jendral nya dengan mengeluarkan stadmant dan ultimatum tegas tanpa kompromi, dan ini sebuah contoh kongkrit buat pemimpin negara negara lainya, dimana terjadi keselarasan antara kebijakan pemimpin dan yang dipimpin nya.

beliau juga pemimpin yang dicintai rakyatnya. ini dapat kita lihat sebelumnya dalam kasus rencana kudeta oleh militer yang didorong pihak asing. saat itu istana kepresidenan terkepung, siapa tameng dan balatentaranya. yaitu rakyatnya yang turun kejalan menghadang tank tank militer yang melakukan pengepungan istana presiden dan berakhir gagalnya kudeta oleh militer dan ditangkapnya sejumlah perwira tinggi, menengah sampai prajurit. 

ada tulisan bagus tentang masyarakat dunia. terutama ummat islam mungkin kita bisa sedikit kutip tulisan tersebut

“ENDEMI NUMBNESS”

(Renungan Hisbah)_______________________

By: H. Dradjat PS

Tidakkah kita sadar bahwa saat ini telah tersebar wabah penyakit yang kian ganas menjangkiti masyarakat, khusunya di indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim?

Penyakit ini sangat parah bila dibandingkan dengan penyakit parah lainnya karena tidak disadari oleh penderitanya. 
Dari fakta yang ada, penderita sudah tidak ada sensitivitas yang dirasa walau semua anggota tubuhnya diamputasi sekalipun. Bahkan dirinya tidak merasa kehilangan ketika bagian tubuhnya sendiri diamputasi oleh orang lain.
Sulit untuk mendeteksi penyakit ini, terkecuali si penderita bercermin pada “cermin kebenaran (Mirror of truth)” . 
Cermin kebenaran memperlihatkan secara detail kondisi tubuh si penderita yang semestinya. Namun penderita enggan  melihat kondisi dirinya dengan Mirror of truth walau hampir setiap saat dipegangnya.
Penyakit itu adalah numbness atau “mati rasa”. Ya mati rasa, karena penderita tidak merasakan sakitnya bagian tubuh yang dipotong, ditembak, bahkan dibakar sekalipun walau mata melihatnya dan telinga mendengarnya.
Yang lebih mengerikan adalah “endemi numbness” kini menyebar disekitar kita bahkan kita telah terserang penyakit ini.

Benarkah demikian? Mari kita ambil “cermin kebenaran” kita untuk membuktikan bahwa kita sedang terjangkiti penyakit ini.
Cermin kebenaran itu adalah: sabda rasulullah saw,
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Dari cermin diatas, sudahkah kita sadar bahwa saat ini saudara kita di myanmar dibantai dan bahkan dibakar tapi kita enak enak saja. Bukankah saudara kita di myanmar itu adalah bagian tubuh  dari satu tubuh kita yang sakit, tapi kita tidak merasakan sakitnya penderitaan mereka?
Bahkan di hari idul adha yang seharusnya sarat “tema pengorbanan” yang sangat sesuai untuk mengungkapkan kekejian etnis tertentu di myanmar terhadap saudara muslim kita disana telah terlewatkan dan kebanyakan khotib lebih memilih ulasan besarnya pahala bagi si pequrban sapi atau kambing yang akan diterima di akhirat nanti. 
Pun pengumuman jumlah qurban dari puluhan sapi dan belasan kambing dari satu mesjid yang dibacakan tidak satupun nyasar ke saudara muslim rohingnya.
Memang demikian parahnya “endemi numbness” yang menjangkiti kita sehingga kita tidak terasa terjangkiti penyakit walau tubuh kita telah dibacok, diperkosa bahkan kekayaan kita telah dirampas sekalipun.
Kita hanya peduli dengan mulut kita sendiri yang sedang asyik “mengunyah makanan” (walaupun) sambil tergeletak di hamparan tanah tanpa ada daya.
Semoga kita segera Allah disembuhkan dari endemi numbness ini.
Ya Allah…. ampunilah dosa dosa kami, atas ketidak kepedulian kami terhadap kesengsaraan saudara saudara kami di rohingnya.. 
Rasul Mu telah mengingatkan agar umatnya tidak ashobiyyah, namun kini kami kembali menjalaninya dengan terminologi “ilmiah” nasionalisme. Sehingga sekat sekat yang ada telah membatasi kami, seolah olah mereka bukan satu tubuh kami.
Ya Allah… selamatkanlah  kami dari endemi numbness…serta kembalikan kami kepada cermin kebenaranmu (Mirror of truth) untuk melakukan amal sholeh yang engkau ridloi. Ya Allah… Kabulkanlah doa doa kami….

mungkin sampai disini dulu ulasan kita tentang pemimpin idaman. sampai jumpa ditulisan berikutnya.

iin solihin 

LPKP 

(LEMBAGA ANALISA KEBIJAKAN PEMERINTA)

kebiadapan dirohingnya

assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ  “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Saudaraku kita ummat islam wajib bersatu, hilangkan perbedaan yang tidak prinsip, karena itu yang melemahkan kita. buang ego pribadi dan sektoral yang membelenggu, mari bahu membahu demi keagungan allah dan rosulnya serta islam agaman yang diridionya. 

saudara kita dirohingnya membutuhkan kita semua ummat muslim dunia sebagai saudara seiman. dengan ini saya mengajak kita memberikan donasi untuk saudara kita dirohingnya miyenmar. kepada lembaga yang kompeten dan terpercaya.
akhirulkalam.wabilahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. بسم الله الرحمن الرحيم   

الحمد لله رب العلمين “Praise be to Allah, Lord of all nature.”

Our brothers of the ummah of Islam are obliged to unite, eliminating differences that are not principles, because that which weakens us. throw away the private ego and the shackling sectoral, let shoulder to shoulder for the glory of god and his rosul and the religion of religion his diridionya.
our brothers dirohingnya need us all world Muslims as brothers in faith. with this I invite us to donate to our brother dirohingnya miyenmar.
akhirulkalam.wabilahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

peraturan president

Mhn  menginfokan…..Segenap karyawan dalam instansi apapun di pemerintahan……… berikut sudah keluar Perpres utk disikapi dan sampaikan ke jajaran ujung tombak dalam rangka utk saling mengingatkan antar kita.  Hari ini Presiden telah menerbitkan ”Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar”. Berdasarkan Perpres ini, Pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada SATGAS SABER PUNGLI untuk memberantas praktek PUNGLI di Indonesia.
SATGAS SABER PUNGLI memiliki 4 fungsi, yakni intelejen, pencegahan dan sosialisasi, penindakan serta yustisi. SATGAS SABER PUNGLI juga diberi kewenangan kepada Satgas untuk melaksanakan Operasi Tangkap Tangan / OTT (Pasal 4 huruf d Perpres)
Susunan SATGAS SABER PUNGLI sebagai berikut :

1) Pengendali/Penanggungjawab  : Menko Polhukam Wiranto.

2) Ketua Pelaksana : Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno.

3) Wakil Ketua Pelaksana I : Irjen Kemdagri Sri Wahyuningsih (Pelaksana Tugas).

4) Wakil Ketua Pelaksana II : JAM Bidang Pengawasan Widyo Pramono.

5)  Anggota Satgas terdiri dari : Polri, Kejaksaan Agung, Kemendagri, Kemenkumham, PPATK, Ombudsman, BIN dan POM TNI.
Dengan adanya Perpres tersebut, maka masyarakat dapat secara langsung melaporkan praktek-praktek PUNGLI yang dilakukan oleh aparat di instansi Pemerintah, TNI dan Polri dari Aceh sampai ke Papua kepada SATGAS SABER PUNGLI melalui :

* WEBSITE          : http://saberpungli.id

* SMS                   : 1193 

* CALL CENTER : 193

Laporan masyarakat disertai dengan Identitas Pelaku, Lokasi Kejadian dan Instansinya (Identitas Pelapor akan dirahasiakan).
Jenis Pungli di sekolah yg dilaporkan satgas pungli
 

RAGAM PUNGUTAN DI SEKOLAH-SEKOLAH
1. Uang pendaftaran masuk

2. Uang SSP / komite

3. Uang OSIS

4. Uang ekstrakulikuler

5. Uang ujian

6. Uang daftar ulang

7. Uang study tour

8. Uang les

9. Buku ajar

10. Uang paguyupan

11. Uang wisuda

12. Membawa kue/makanan syukuran

13. Uang infak

14. Uang foto copy

15. Uang perpustakaan

16. Uang bangunan

17. Uang LKS dan buku paket

18. Bantuan Insidental

19. Uang foto

20. Uang biaya perpisahan

21. Sumbangan pergantian kepala sekolah

22. Uang seragam

23. Biaya pembuatan pagar/fisik dll

24. Iuran untuk membeli kenang-kenangan

25. Uang bimbingan belajar

26. Uang try out

27. Iuran pramuka

28. Asuransi (walau nihil kecelakaan uang tidak dikembalikan

29. Uang kalender

30. Uang partisipasi masyarakat untuk mutu pendidikan

31. Uang koprasi (uang tidak di kembalikan)

32. Uang PMI

33. Uang dana kelas

34. Uang denda ketika siswa tidak mengerjakan PR

35. Uang UNAS

36. Uang menulis ijazah

37. Uang formulir

38. Uang jasa kebersihan

39. Uang dana social

40. Uang jasa menyebrangkan siswa

41. Uang map ijazah

42. Uang STTB legalisir

43. Uang ke UPTD

44. Uang administrasi

45. Uang panitia

46. Uang jasa guru mendaftarkan ke sekolah selanjutnya

47. Uang listrik

48. Uang computer

49. Uang bapopsi

50. Uang jaringan internet

51. Uang Materai

52. Uang kartu pelajar

53. Uang Tes IQ

54. Uang tes kesehatan

55. Uang buku TaTib

56. Uang MOS

57. Uang tarikan untuk GTT {Guru Tidak Tetap}

58. Uang Tahunan {kegunaan gak jelas}

59. Pengadaan & perawatan AC.

 

komite sekolah dijadikan kepanjangan tangan dari kepala sekolah untuk memungli ke wali murid.
Demikian sebagai info